Mulai bulan lalu, aku sudah terdaftar secara resmi di jenjang perkuliahan Bunda Saliha Institut Ibu Profesional. Seorang calon ibu pembaharu, serorang agen perubahan, karena every mother a change maker. Dan komunitas inilah yang akan menjadi kawah condrodimuko lahirnya seorang ibu pembaharu. Di sinilah tempat para ibu menempa diri sebagai seorang agen perubahan.
Dari manakah dimulai peran itu ? Yaitu dari proses menemukan permasalahan baik di diri maupun di sekitar, kemudian merekam permasalahan itu tak peduli sekecil apapun karena itu merupakan bentuk empati, dan akhirnya dari empati itu, ada satu aksi yang dapat memberikan solusi.
Ketika membicarakan tentang permasalahan, terkadang perlu waktu yang tenang untuk menemukannya. Pada saat awal aku merasakan kesulitan menemukan permasalahan ini. Padahal, tidak dapat menemukan masalah adalah sebuah masalah. Akhirnya aku melihat lagi, mengamati lagi, berkaca pada diri, kemudian meluaskan pandangan. Barulah aku dapat menangkap beberapa sisi permasalahan, baik secara pribadi maupun kemasyarakatan.
Berikut adalah permasalahan yang kutemui sebagai seorang ibu bekerja yang memiliki 5 anak dewasa, paling kecil usia 17 tahun.
1. barang bekas menumpuk di rumah, kardus bekas paket, buble wrap, dsb. selalu terpikirkan ah simpan, siapa tahu nanti dipakai, demikian hingga berbulan-bulan, akhirnya menumpuk
2. Merasa banyak waktu luang, tetapi banyak diisi dengna rebahan, karena lelah sepulang bekerja seharian.
3. Pernah membuat kompos dari sampah dapur, namun kini berhenti. Penyebab berhentinya apa ? antara malas dan bosan mungkin ya...
4. Terkadang muncul rasa kesepian karena anak sudah besar-besar, tidak memerlukan lagi pelayanan fisik. Ibu ingin coba semua, ingin menjadi ibu yang serba bisa, jadinya malah kurang fokus dan tidak memiliki spesialisasi pada satu bidang
Sebagai (calon) ibu pembaharu, penemuan masalah ini perlu disambut dengan suka cita. Karena ini ibarat menyongsong ilmu baru serta tempat bermain baru untuk mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada.
Nggak papa saat ini menemukan banyak masalah. Coba cintai masalah tersebut. Jangan buru-buru mencari solusi. Mumpung saat ini masih didampingi, belajar cara mengatasi masalah yang nantinya akan melahirkan aksi.
Bagaimana aku tahu bahwa permasalahanku sudah terselesaikan ? akupun membuat standar sederhana sbb
Rumah lebih rapi, minim tumpukan barang bekas
Punya manajeman waktu dan emosi sebagai emak-emak yang ditinggal merantau oleh anak-anaknya
Tanaman lebih subur dan terawat, terbantu oleh kompos bikinan sendiri
menekuni satu keahlian khusus yang dapat bermanfaat untuk diri dan sekitar
Demikian adalah poin-poin permasalahanku.. berharap aku dapat berpartisipasi dalam tim mencari solusi
Apabila semua hal di atas diringkas, makan terlihat dalam satu tabel sbb
Ternyata, kalau digali lebih dalam masalah besarnya adalah manajemen waktu. Juga manajemen emosi . Ketika selalu bersemangat, maka waktu rebahand dapat digunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.
Ya,di sini sepertinya harus lebih disiplin lagi memperbaiki diri.
Sebagai tanda saya bersemangat ikut bunda salihah, berikut tangkapan layar sosial media saya