Sunday, 19 October 2025

Buddy Review 8 : Self Assessment dan Peer Assessment

 

Nama Mahasiswa : Titi Estiningrum
Nama Tim : Jelita Plus
Anggota Tim
1. Ttiti
2. Yufi
3 Dinna



Self Assesment

1. Apa yang sudah baik yang selama ini dikerjakan ? 
Yang sudah dikerjakan, dikerjakan juga oleh anggota tim, menyiapkan medsos, membentuk grup WA dan meramaikannya, serta mengisi website. Diskusi lagi tengang perjalanan Tim ke depannya
2. Apa momen-momen membahagiakan bersama mereka?
Saat bertemu pekanan dan bertukar pikiran
3. Perbaikan apa yang anda sarankan untuk masing-masing
teman anda di perjalanan selanjutnya?
-Saya mungkin perlu lebih tegas menentukan batasan dan wewenang, agar anggota tim juga dapat lebih berkembang. 
-Mba Yufi bisa juga sharing di grup, Kak Dinna bisa lebih aktif di sosmed



Peer Assessment

Dari Titi untuk Yufi

1. Apa yang sudah baik yang dikerjakan teman anda? 
Terima kasih mba Yufi sudah melakukan to do list, rajin olah raga, dan meramaikan grup 
2. Apa momen-momen membahagiakan bersama mereka?
Saat bertemu pekanan dan membaca postingan olahraga di strava
3. Perbaikan apa yang anda sarankan untuk masing-masing
teman anda di perjalanan selanjutnya?
Pengen dong dikasih tambahan Ide soal kegiatan ke depan apa, sama ide-ide postingan buat media sosial kita. Share kegiatan harian di grup Jelita Plus

Dari Titi untuk Dinna

1. Apa yang sudah baik yang dikerjakan teman anda? 
Terima kasih Kak Dinna sudah melakukan to do list, rajin olah raga mandiri, dan meramaikan grup, juga memberikan sharing di Grup Jelita 
2. Apa momen-momen membahagiakan bersama mereka?
Saat bertemu pekanan dan mendengar cerita
3. Perbaikan apa yang anda sarankan untuk masing-masing
teman anda di perjalanan selanjutnya?
Pengen dong dikasih tambahan Ide soal kegiatan ke depan apa, sama ide bahan postingan medsos. ayo pakai aplikasi strava nya biar kita saling follow dan saling menyemangati di olahraganya

Dari Yufi untuk Titi

1. Apa yang sudah baik yang dikerjakan teman anda? 
Terima kasih sudah mengajak untuk BERGERAK 😅 tapi saya masih banyak malesnya🙏. Belum stabil semangatnya. 
2. Apa momen-momen membahagiakan bersama mereka?
Saat bertemu pekanan ngecas energi. 
3. Perbaikan apa yang anda sarankan untuk masing-masing teman anda di perjalanan selanjutnya?
- apa tambah anggota tim ya.. Biar rame
- bikin detil apa yang harus di share di grup besar
- bikin grup Olahraga di strava untuk jelita plus sambil saling komen di situ

Dari Yufi untuk Dinna

1. Apa yang sudah baik yang dikerjakan teman anda? 
Terima kasih sharing2 nya..inspirasi kehidupannya 
2. Apa momen-momen membahagiakan bersama mereka?
Saat bertemu pekanan ngecas energi. 
3. Perbaikan apa yang anda sarankan untuk masing-masing  teman anda di perjalanan selanjutnya?
- saya masih menunggu disenggol Kak Dinna

Dari Dinna untuk Titi

1. Apa yang sudah baik yang dikerjakan teman anda? 
Terima kasih sudah rajin update story, meramaikan grup, aktif di strava
2. Apa momen-momen membahagiakan bersama mereka?
Saat ketemu, ngobrol2, lihat bude sehat & happy
3. Perbaikan apa yang anda sarankan untuk masing-masing.
Ayo bikin kegiatan terjadwal
Maaf ga ingat klo punya Strava. Klo olahraga ya olah raga aja. Ga kepikiran dengan aplikasi 🤭. 
Sekarang olah raganya paling yoga, aerobic, sesekali renang
Maaf juga belum optimal ngasih kontribusi. 
Lebih sering tepar klo abis antar Abdurrahman olahraga.
PR dari terapisnya juga banyak yg bolong 

Dari Dinna untuk Yufi

1. Apa yang sudah baik yang dikerjakan teman anda? 
Makasih sudah hadir dalam kehidupanku 😂
2. Apa momen-momen membahagiakan bersama mereka?
Klo ketemu, ngobrol, lihat Mb Yufi sehat & bahagia walau kayaknya banyak yg dipikirin (sotoy ya ).
Seneng banget kalo dikasih makanan sama Mb Yufi
3. Perbaikan apa yang anda sarankan untuk masing-masing
Ayo mb bikin postingan di IG jelita. Mb Yufi juga sharing ya nanti di Grup Jelita Plus 

Saturday, 18 October 2025

Jurnal 8 Rayakan Solusi

Dari sini semua berawal

Mulai Maret lalu perjalanan di jenjang perkuliahan Bunda Saliha Institut Ibu Profesional ini dimulai. Seorang calon ibu pembaharu, serorang agen perubahan, karena every mother a change maker. Dan komunitas inilah yang akan menjadi kawah condrodimuko lahirnya seorang ibu pembaharu. Di sinilah tempat para ibu menempa diri sebagai seorang agen perubahan.

Dari manakah dimulai peran itu ? Yaitu dari proses menemukan permasalahan baik di diri maupun di sekitar, kemudian merekam permasalahan itu tak peduli sekecil apapun karena itu merupakan bentuk empati, dan akhirnya dari empati itu, ada satu aksi yang dapat memberikan solusi.

Setelah itu akupun mulai berkampanye untuk menemukan tim.

                                


Mei, Alhamdulillah untuk tahap awal telah terbentuk tim yang mencukupi untuk menjalankan gerakan ini. Sejujurnya aku tidak menutup diri untuk perekrutan anggota tim baru, tergantung gerakan ini akan membesar seperti apa. yang diharapkan adalah dapat berkembang dan memberi manfaat untuk diriku dan teman-teman yang memiliki problem sama denganku.

                               

Pada tahap ini ada pergeseran anggota tim, karena salah satu anggota tim harus menjalani ujian skripsi di bulan tsb.

Penggantinya memang tidak akan menggantikan posisi anggota yang keluar, namun Kak Dinna ini memiliki latar belakang psikologi, jadi menurut kami ini sangat bermanfaat di dalam gerakan Jelita+ ini di masa mendatang.



Smart goals sudah ditentukan, sumber daya sudah dipetakan. Kami melakukan analisa SWOT,  kemudian juga mengidentifikasi aksi mana yang akan dilakukan oleh siapa dari anggota tim. Media sosial dan blog juga turut diperhatikan. Kemudian aksipun dijalankan untuk mendapatkan prototype.


Alhamdulillah prototype awal dari anggota tim yang kebetulan usianya juga Jelita dan Jelita plus, dapat dijalankan. Kami mempunyai ceklis harian dan pekanan untuk dikerjakan agar menjadi Jelita yang sehat semangat dan bahagia
Akan tetapi di sini ada milestone yang tertunda, yang sedianya dibentuk WAG penerima manfaat pada bulan Agustus, baru dapat dibentuk di bulan September 2025. 
Kami menyebarkan informasi melalui status whatsapp dan juga disebar ke berbagai grup yang kami ikuti. Sampai saat ini penerima manfaat yang tergabung belum mencapai target



Aliran Rasa

Rasa syukur yang tak terlukiskan, masih bertahan hingga tahap ini.
Belajar dengan tertatih-tatih, karena faktor usia dan keterbatasan daya tangkap, tidak mengurangi semangat untuk belajar, bertumbuh, berkarya, berbagi dan berdampak

Ada rasa kecewa, ada kalanya merasa gagal, tertinggal dan merasa tak berdaya, namun pesan Bu Septi selalu menggema, apa yang akan kita tinggalkan setelah kita tiada?

Menjadi agen perubahan bukan langkah yang mudah, namun juga bukan hal mustahil untuk diusakan. Terimakasih Ibu Profesional. Terima kasih Tim Bunsal dan teman-teman







 

Wednesday, 1 October 2025

Badge dan Bintang Apresiasi Aksi

Badge adalah apresiasi mengerjakan jurnal, sedangkan Star adalah apresiasi mengerjakan review. Terima kasih, Prof Haru


Badge

Star




Monday, 29 September 2025

Review Jurnal 7

Buddy Review

Hari Senin siang ketika ada pengumuman Buddy di Grup saya langsung menghubungi mba Vera Fitriyanti buddy saya kali ini. Alhamdulillah mba Vera langsung merespon dan kami saling mengikuti di akun media sosial. Baik media sosial pribadi maupun tim mba Vera yaitu Ibu Motret Official.

Lihat Alasan Kuat Analisa Dampak Sosial, apakah sudah cukup untuk menggerakkan aksi?

Untuk dapat menilai hal ini, saya  memperkaya informasi seputar Mba Vera dan Tim. Jadi selain membaca jurnal 7 dari mba Vera, saya juga melihat akun media sosial dari Mba Vera maupun dari tim Ibu Motret Official hingga ke websitenya.

Saya juga melihat pengalaman Mba Vera yang sudah menekuni dunia fotografi sejak SMA. Hal ini tampak jelas di akun instagram mba Vera yang bertabur foto kece. Dari sana saya berkesimpulan bila analisa mba Vera sudah cukup untuk menggerakkan aksi menjadi  solusi

Apakah urutan Teory of Change-nya dapat diterima?

Theory of Change yang dibuat oleh mba Vera dapat dimengerti, namun masih dapat diperjelas lagi JIKA-MAKA nya.

Mari kita lihat. 

Kita mulai baca dari bawah.

Dengan INPUT materi fotografi, peralatan dan media sosial, MAKA tim Ibu Motret dapat MEMBUAT konten edukasi atau MELAKUKAN Sharing (ini activitiesnya)  

JIKA ibu motret membuat konten edukasi MAKA Ibu-ibu pehobi fotografi yang paham ilmu fotografi dan juga karyanya akan bertambah  (OUTPUT)

JIKA yang paham ilmu fotografi bertambah  MAKA  ada peningkatan ketrampilan fotografi dan  digital creative. Di sinilah menurut saya pengungkapan OUTCOME dan IMPACT nya masih kurang.

Lihatlah The Logic Model, lakukan cross check JIKA-MAKA

Setelah mempelajari Theory of Change yang dibuat oleh mba Vera dan tim, dilanjutkan dengan mengamati The Logic Model-nya, maka sependek pemahaman saya, di The Logic Model mba Vera  ini ada semacam titik yang belum selaras. Karena The Logic Model ini  seperti Theory of Change dalam versi detail.  

Selanjutnya untuk Manajemen Risiko, sudah bagus dapat dimengerti, demikian juga dengan Stop-Continue-START dapat diterima.

Problematika yang disampaikan di Stop-Continue-Start dapat dimengerti, terlebih tim Mba Vera baru terdiri dari dua orang, tentu untuk pembagian tugasnya menjadi PR tersendiri buat Tim Ibu Motret.

Demikian review yang dapat saya sampaikan. Terima kasih dan mohon maaf bila tidak berkenan

Saturday, 20 September 2025

Jurnal 7 - Apresi-AKSI



Apresi-Aksi ini mengukur dampak sosial aksi terhadap lingkungan dan manusia, baik lingkungan langsung para penerima manfaat maupun tidak langsung (keluarganya).
Di sini juga kita membuat sistem monitor dan evaluasi.
Setelah kita mengukur dampak sosial / social impact ini kita akan tahu seberapa besar gerakan kita ini memberikan dampak. “Besar” di sini bukan berarti seberapa keren atau seberapa terkenal figur di dalam tim, namun seberapa besar impact atau dampak. Semakin banyak yang merasakan manfaat dari gerakan tim ini.

Pentingnya analisa dampak sosial adalah :

  • Agar TIM mengetahui dampak langsung dan tidak langsung dari AKSI ini
  • Agar TIM mengetahui sudut pandang penerima manfaat
  • Agar ada ruang perbaikan untuk TIM / room of improvement
  • Agar dapat menentukan langkah untuk keberlanjutan


Theory of Change

INPUT
Jika TIM Jelita Plus memiliki akun media sosial IG, web, whats app, dsb
(input) maka TIM dapat melakukan kampanye dan edukasi ( activities)
ACTIVITIES
Jika TIM Jelita Plus melakukan kampanye dan edukasi ( activities) maka
akan bertambah perempuan usia 45 ke atas sadar akan kondisinya yang sudah
berubah dan mulai melakukan gaya hidup sehat (output)
OUTPUT
Jika perempuan usia 45 ke atas yang sadar akan kondisinya yang sudah
berubah dan mulai melakukan gaya hidup sehat (output), maka mereka akan
menjalani masa Jelita (jelang limapuluh tahun) dengan sehat, semangat dan
bahagia (outcome)
OUTCOME
Jika banyak perempuan usia 45 th ke atas yang menjalani masa Jelita (jelang
limapuluh tahun) dengan sehat, semangat dan bahagia (outcome), maka TIM
Jelita Plus ikut berkontribusi dalam terwujudnya Kehidupan Sehat dan
Sejahtera (impact)

Manejemen Risiko

ACCEPT - menerima kemungkinan risiko yang terjadi  >>> resiko rendah
MITIGATE - mengurangi kemungkinan risiko / dampak >>> risiko sedang
TRANSFER - mengalihkan tanggung jawab risiko kepada pihak ketiga >>> risiko tinggi
AVOID - saatnya kita menghilangkan penyebab risiko agar tidak terjadi >>> risiko tinggi

SCS - Stop, Continous, Start

STOP

  • malas posting, malas rapat, dan malas-malas lain
  • menunda mengerjakan tugas
  • tidak saling mengingatkan

CONTINOUS

  • melakukan kebiasaan baik di daftar ceklist
  • saling mengingatkan untuk melakukan daftar ceklist
  • saling mengingatkan tugas dan jadwal pertemuan
  • saling menyemangati dan menjaga strong why

START

  • membuat edisi chunky daftar ceklis berupa check in harian di WAG
  • penerima manfaat
  • mengajak lebih banyak lagi penerima manfaat lewat story WA
  • sharing session dari anggota tim untuk penerima manfaat


Aliran Rasa

Memulai sebuah gerakan ibarat ‘babat alas’ atau membersihkan hutan, tentu saja perjuangannya tidak mudah. Seorang pionir, awalnya berjalan sendiri, mengajak orang lain, bisa jadi kembali sendiri di ujung jalan. Saling menyemangati dan mengingatkan kembali saat-saat memutuskan untuk bergabung dan memulai, semoga menjadi spirit / ‘nyala’ yang menjadi bahan bakar perjalanan.

Terkadang ingin berhenti dan menyerah, saat kenyataan belum sesuai harapan. Namun mengingat kembali bahwa kelas ini adalah laboratorium belajar,berproses, sebelum benar-benar terjun di dunia nyata. Kalau mengaku agen perubahan, maka kita dulu yang berubah. Kalau kita menyerah maka kita tidak akan pernah berubah, alias kalah. Semangat ya diri dan timku..


Tuesday, 15 July 2025

Badge dan Bintang Identifikasi Aksi

 Alhamdulillah sudah setengah jalan ya.. ditengah hiruk pikuk KPI yang tugasnya padat merayap susul menyusul.. selesai juga tugas di tahap ini. Jujur masih banyak kendala. Tapi itu adalah tantangan yang perlu ditaklukkan untuk terus maju berjalan.



Berikut bintangnya ya...



Terima kasih Prof Haru, terima kasih diriku, terima kasih tim ku

Saturday, 12 July 2025

Review Jurnal 5 ; Identifikasi Aksi

Pekan ini aku mendapat Buddy Mba Maria Fatimah atau lebih suka dipanggil mba Ima dari Jakarta.

Berikut reviewku atas jurnal beliau.














Saturday, 5 July 2025

Jurnal 5 Identifikasi Aksi

 Pekan ini kami telah memasuki Materi 4. Yaitu Identifikasi Aksi. Berikut adalah jurnalnya.














Monday, 30 June 2025

Badge dan Bintang SMART Goals

 Hai teman teman, ini postingan terjadwal ya.. aku simpan berurutan supaya mudah membacanya..

Berikut adalah badge dan bintang setelah diskusi tim kami soal SMART dan juga review jurnal tahap ini





Dan berikut adalah bintangnya...




Terima kasih, Prof Haru. Terima kasih diriku dan tim ku

Saturday, 31 May 2025

Badge dan Bintang Understanding Your Problem

 Ini juga postingan terjadwal ya..

Kita masuk ke jurnal ketiga, Understanding Your Problem. Berikut lencana/badge nya.



Dan tentu saja kita juga mendapat bintang..


Terima kasih Prof Haru, terima kasih diriku..

Monday, 19 May 2025

Buddy Review Jurnal 3 - Understanding Your Problem

Untuk review jurnal kali ini saya mendapatkan buddy dari regional Balikpapan, yaitu mba Crispina Gili Sunardewita atau lebih suka dipanggil dengan nama Mbak Ina (Inayah).

Beliau adalah seorang Ibu berusia 56 tahun yang dikaruniai dengan 6 putra/putri. Tiga anak merantau dalam rangka melanjutkan pendidikan, dan 3 anak masih melanjutkan pendidikan di Balikpapan.

Keseharian beliau adalah mengurus keluarga dan mengajar taklim.

Problem statement atau masalah yang menjadi satu kegelisahan buat Mba Ina yaitu  beliau kurang suka berbicara panjang lebar, maupun berdiskusi dengan keluarga. Sehingga Mba Ina mengangkat masalah komunikasi keluarga dalam problem statementnya.

Membuka jurnal mba Ina, mata langsung dimanjakan oleh warna warni lembut, itu yang pertama kali menarik perhatian saya. Luar biasa tim konten yang telah menyusun jurnal dengan apik dan menarik. 

Selain itu mba Ina juga menyertakan berbagai sumber yang mengayakan diskusi starbursting sehingga dalam pembahasan 5W1H semakin menggali masalah lebih dalam lagi.

Namun ada satu catatan saya, ketika pembahasan WHY, Tim mba Ina belum membahas WHY lebih detail. yang diminta minimal 3 pertanyaan, terus kemudian pertanyaan tersebut dikejar lagi hingga beranak pinak. Dengan harapan permasalahan akan semakin mengerucut.

Ketika dalam sebuah tim masing-masing anggotanya sudah mencair, merasa nyaman untuk berpendapat, tidak khawatir di-judge, maka metode starbursting ini menurut saya cukup efektif untuk mendalami masalah.

Kenapa? Karena semua anggota dapat mengemukakan pertanyaan-pertanyaan hatta yang paling receh sekalipun. Selain itu anggota juga dapat memberikan jawaban atas permasalahan/pertanyaan yang dilontarkan. Atau bersama-sama mencari jawaban dari sumber-sumber yang kompeten dan terpercaya.

Yang saya alami, proses menjadikan problem statement individu menjadi problem statement tim adalah semacam PR bagi leader, bagaimana dia menyampaikan hal tersebut kepada tim sehingga anggota tim merasa ‘oh iya’ memiliki problem yang sama/memiliki ketertarikan yang sama atas problem tersebut.

Dalam Jurnal mba Ina, yang melibatkan dua dari 6 putra putri beliau dalam tim, tentunya ini  perlu proses tersendiri dalam penyampaian problem statement individu menjadi problem statement tim.  Semoga dimudahkan ke depannya ya Mbak. Semangat.

Saturday, 17 May 2025

Understanding Your Problem

Pada materi Understanding Your Problem ini seluruh peserta sudah diwajibkan untuk memiliki tim. Mereka yang belum memiliki tim dibantu oleh Institut untuk menangani ketentuan ini.
Syukurlah tim saya sudah terbentuk dari awal. Meskipun pada tahap ini ada pergeseran anggota karena salah satu anggota tim harus menjalani ujian skripsi di bulan Mei ini.
Penggantinya memang tidak akan menggantikan posisi anggota yang keluar, namun Kak Dinna ini memiliki latar belakang psikologi, jadi menurut kami ini sangat bermanfaat di dalam gerakan Jelita ini di masa mendatang.

Karena Kak Dinna bergabung belakangan, maka saya sebagai leader menyampaikan kembali problem statement. Kemudian baru kami diskusi tentang starbusrting.
Hasil diskusi kami dapat dituangkan dalam gambar sebagai berikut.




WHAT

● What: hal apa saja yang membuatku gelisah

● What: hal apa saja yang menjadi masalah buatku

● What: apakah aku masih cukup cantik/menarik?

● WHat: apa BB aku masih ideal?

● What : apa- aku punya penyakit, badan sering sakit?

● What: apa yang bikin aku gemuk?

● What : apa jalan terbaik untuk mengatasi problemku?


WHEN

● When:kapan aku merasakan kesepian?

● When : kapan aku merasa kegelisahan?

● When : kapan aku bisa lepas dari perasaan - 

● When :kapan aku bisa berdamai dengan ini?

● When : kapan aku bisa mendapat informasi tentang keadaanku ini?

WHERE

● - Where: Di mana aku bisa mendapatkan informasi tentang kondisi ku?

● - Where: di mana aku bisa konsultasi dengan aman tanpa khawatir ceritaku menyebar?

● Where: Di mana biasanya rasa kesendirian muncul

● Where: Di mana biasanya aku merasa insecure dengan fisikku?

● Where: Di mana aku bisa mendapatkan informasi tentang kondisi ku?

● Where: di mana aku bisa konsultasi dengan aman tanpa khawatir ceritaku menyebar?


WHO

● Who: siapa yang merasakan gelisah seperti aku?

● Who: siapa yang merasa sudah tua/tidak muda lagi?

● Who siapa yang memengaruhi perasaan mood ini

● Who : siapa teman yang bisa diajak diskusi tentang ini?

● Who: siapa ahli yang dapat membantu mengatasi problemku?


WHY

● WHY- Why:mengapa aku gelisah? - karena ditinggal sendiri dan kesepian

● Why: mengapa dia kesepian? gak punya aktivitas produktif yang menyibukkannya

● Why: mengaapa dia tidak punya aktivitas? gak ada akses/informasi, kurang tingkat edukasi

● Why: mengapa tidak ada akses di hari gini? karena lebih memilih akses hiburan

● Why:mengapa aku mulai insecure? karena sudah merasakan perubahan fisiknya

● Why mengapa aku merasakan ada perubahan fisik? sekarang tambah gemuk, semua serba terasa seperti gejala tertentu padahal tidak sakit

● kenapa gemuk? kurang gerak, metabolisme turun

● why mengapa fisik berubah? kurang merawat jasmani

● mengapa aku kurang merawat jasmani? nggak ada waktu, nggak kepikiran

● Mengapa nggak ada waktu? sibuk dengan anak, merawat diri bukan prioritasku saat itu

HOW

● How:bagaimana supaya nggak kesepian?

● How:bagaimana agar aku tidak insecure?

● How:bagaimana agar aku tetap sehat dan cantik di usiaku ini?

● HOw:bagaimana cara mencari jalan keluar dari permasalahan ini?


Dari deretan pertanyaan atas permasalahan yang sudah ada, kami diminta mencari

referensi problem sesuai passion kami.

1. Permasalahan yagn dialami oleh mereka yang berusia 40-50 tahun ternyata

namanya midlife crisis.

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-midlife-crisis

2. wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_paruh_baya

3. Akun instagram @jadiayu


Adapun untuk SGD’s untuk gerakan yang dipelopori grup ini adalah Kehidupan Sehat dan

Sejahtera (Nomor 3)

Wednesday, 30 April 2025

Badge Team Builder

 Hai teman-teman, ini adalah postingan terjadwal, aku ingin menampilkan apresiasi atas terbentuknya tim yang diberikan oleh Kampus Ibu Pembaharu.

Ini diaa..



Selain itu aku juga mendapat bintang lho...


Terima kasiih


Saturday, 12 April 2025

Kampanye untuk Menemukan Tim Yang Solid

Pada jurnal sebelumnya, para mahasiswi Bunda Salihah diminta untuk memetakan masalah dan menuliskannya dalam problem statement. Melanjutkan hal tersebut, pada jurnal kali ini kami akan mendokumentasikan perjalanan mencari tim. Kenapa harus tim? Karena kita tidak akan sanggup untuk berjalan sendirian, sedangkan program harus berkelanjutan.  Untuk hal-hal yang telah kita lakukan namun hasilnya "gitu-gitu aja", maka kita perlu untuk melakukan hal yang berbeda. Niscaya hasilnya juga akan berbeda. 

Tentu saja ini bukan hal yang mudah, tetapi justru sangat menantang. Siapa orang yang dapat kita ajak? Yaitu mereka yang memiliki masalah yang sama, memiliki kepedulian yang sama, atau orang yang memiliki pengaruh luas dalam permasalahan kita, Termasuk juga mereka yang antusias terhadap problem statement kita.

Dalam tahap ini, mahasiswi tidak diperkenankan mencari tim dari sesama calon ibu pembaharu. Sejak awal telah disiapkan untuk menjadi change maker, mengajak orang melakukan perubahan melalui kampanyenya. Para mahasiswi bunsal adalah founder gerakan sekaligus sebagai leader. Sedangkan para anggota tim berkedudukan setara dengan melalui komunikasi, kolaborasi, problem solving, planning dan conflict managemet. Di dalam tim tidak ada unsur perintah memerintah, tapi bagaimana semua member dapat berkontribusi dalam gerakan sesuai peran.

Aku menyusun user persona yang akan menjadi dasar aku mengambil langkah . 

user_persona

Setelah itu aku menyusun story board atas apa yang aku rencanakan menjadi bahan kampanye. Ini adalah semacam garis besar isi kampanye di sosial media. Kenapa dibuat ini, supaya tidak melenceng dari rencana yang telah digariskan.


Maka tibalah aku harus melakukan kampanye. Kampanye  yang aku lakukan adalah dapat diperiksa di tautan sbb:

https://www.instagram.com/p/DHY1eqZTfhz/?img_index=1

Alhamdulillah, ada beberapa tanggapan positif.

Akupun membuat rancangan soft skill dan hard skill yang dibutuhkan untuk menjalankan gerakan ini. Beberapa yang aku tulis adalah untuk soft skill diperlukan kemampuan beradaptasi, baik dengan sesama anggota tim maupun dalam gerakan ke depan, kemudian komunikasi, kolaborasi dan berpikir kreatif, manajemen waktu, dan juga kemampuan mengatasi permasalahan.

Sedangkan untuk hard skill aku membutuhkan kemampuan marketing dan networking, desain materi edukasi, membuat konten edukasi sesuai materi, dan memastikan sosial media IG tetap berjalan hingga menuliskannya di sebuah website / blog.


Alhamdulillah untuk tahap awal telah terbentuk tim yang mencukupi  untuk menjalankan gerakan ini. Sejujurnya aku tidak menutup diri untuk perekrutan anggota tim baru, tergantung gerakan ini akan membesar seperti apa. yang diharapkan adalah dapat berkembang dan memberi manfaat untuk diriku dan teman-teman yang memiliki problem sama denganku.


Bisa jadi masalah yang aku angkat ini bukan masalah baru, tetapi sangat dimungkinkan, solusi yang ditawarkan oleh tim kami nanti, menjadi solusi yang membahagiakan buat kami sendiri, maupun buat mereka yang memiliki permasalahan sama dengan gerakan tim ini. Tak lupa sayapun berterima kasih atas kesediaan mereka untuk berkolaborasi.

Alhamdulillah tim sudah ditemukan. Sudah dipertemukan. Siap membuat gerakan. Karena Every mother is a change maker.